Teknik Sipil VS Arsitek

Daftar Isi [Tutup]

    Masyarakat pada umumnya lebih mengenal arsitek dari pada seorang insinyur teknik sipil. Mereka berpendapat kesuksesan dari pembangunan suatu bangunan merupakan hasil kinerja arsitek. Hal ini tidak sepenuhnya benar dan salah. Kenyataannya, jika di lapangan proyek yang dibangun hanyalah bangunan sederhana, maka arsitek bisa saja menyelesaikannya tanpa membutuhkan keahlian insinyur teknik sipil. Akan tetapi, untuk bangunan yang lebih kompleks tentu seorang arsitek membutuhkan teknik sipil.
     
    Sumber Klik Disini


    Paradigma umumnya yang terkadang tidak adil bagi seorang insinyur teknik sipil adalah saat suksesnya pembangunan suatu bangunan. Terlebih lagi jika bangunan itu adalah bangunan yang ikonik. Orang-orang akan bertanya siapa arsitek dibalik pembangunan bangunan itu. Hanya sedikit orang saja yang mungkin sadar mengenai kinerja sesungguhnya dari seorang ahli insinyur sipil.

    Arsitek lebih dikenal Karena kemampuannya dalam menciptakan suatu karya bangunan yang indah dan sesuai fungsinya. Namun, di lain hal kita juga harus tahu bahwa bangunan indah tersebut akan sia-sia jikalau kekuatan struktur bangunan itu sendiri tidak diperhitungkan secara tepat. Mengenaskan bukan bangunan yang indah tapi roboh. Di sisi lain juga, insinyur teknik sipil jugalah yang membuat suatu bangunan menjadi bernilai ekonomis, dibangun tepat waktu dan kualitas yang bisa terjamin keamanannya.

    Pada kenyataan di lapangannya, sering terjadi ketimpangan pendapat antara teknik sipil dan arsitek. Terkadang arsitek sudah menggambar suatu bangunan yang indah dan nyaman. Akan tetapi, setelah dihitung dan diaplikasikan di lapangan ternyata gambar itu tidak bisa dibangun Karena alasan keamanan dan sebagainya.


    Sumber Klik Disini

    Ada pendapat yang juga mengatakan bahwa teknik sipil bisa juga mengerjakan pekerjaan seorang arsitek. Jikalau, seorang insinyur teknik sipil tersebut mempunyai bakat atau kemampuan dalam mendesain suatu keindahan/kenyamanan pada bangunan. Namun, tidak demikian dengan arsitek yang jikalaupun mereka ingin mempunyai kemampuan seperti layaknya seorang insinyur teknik sipil, mereka harus bisa menghitung kekuatan bangunan yang tentunya hal itu dipelajari selama perkuliahan dan selalu menjadi pokok inti pelajaran. Jadi, tentunya terasa lebih sulit bagi arsitek. Tetapi, berkat perkembangan aplikasi sekarang ini, sudah banyak aplikasi yang mampu membantu perhitungan kekuatan bangunan yang bisa saja digunakan arsitek. Jadi, anda boleh setuju atau tidak dengan pendapat ini.

    Berikut dibawah ini akan ada perbedaan teknik sipil dan arsitek.
    No
    Arsitek
    Teknik Sipil
    1
    Menciptakan bangunan yang indah
    Menghitung struktur bangunan yang kuat
    2
    Focus pada perencanaan gambar bangunan
    Focus pada perencanaan perhitungan kekuatan bangunan
    3
    Membuat gambar detail bangunan
    Mengatur manajemen pelaksanaan bangunan
    4
    Memilih warna dan teksture material sesuai konsep
    Memilih jenis material yang bagus tapi murah
    5
    Menentukan spesifikasi rencana bangunan
    Memilih metode pelaksanaan bangunan paling cepat dan hemat
    6
    Pada perkuliahan banyak mempelajari gambar bangunan, menggali keinginan owner dan cara mempresentasikan ide agar desain diterima
    Pada perkuliahan lebih banyak mempelajari perhitungan struktur bangunan, perhitungan rencana anggaran biaya bangunan serta manajemen pelaksanaan bangunan.
    7
    Ingin bangunan indah dan menarik
    Ingin bangunan kuat dan murah
    8
    Mempertahankan bentuk gambar bangunan yang sudah dibuat
    Menyesuaikan gambar perencanaan dengan kondisi nyata di lapangan.


    Kesimpulannya, yang terbaik adalah jika mereka mempunyai kemampuan terbaik pada masing-masing bidang. Sehingga dapat bekerja sama dalam menciptakan bangunan yang indah/menarik namun juga kuat dan hemat.