PUISI UNTUK TEKNIK SIPIL

Daftar Isi [Tutup]
         Teknik Sipil tidak hanya berjibaku dengan bangunan atau hitung hitungan kan sodara , namun adakalanya seorang mahasiswa teknik perlu meluapkan isi hatinya , ya mungkin tidak akan bisa menandingan puisinya chairul anwar, hehe ya memang bukan juga bidangnya. puisi ini saya buat untuk memeberitahukan lewat puisi tentang teknik sipil yang sebenarnya, dan mungkin juga dapat memotivasi kita sebagai Mahasiswa teknik sipil atau para Master dibidang teknik sipil , mohon maaf bila puisinya melenceng atau kurang bagus mohon maklum, namun saya sangat berkenan bila ada rekan rekan yang mau menambahkan puisi ini, Berikut puisi yang saya buat :


    PUISI UNTUK TEKNIK SIPIL 

    Oleh Deden Prasetyo 
    Mahasiswa Teknik Sipil Univ.PGRI Semarang 

    rangkumantekniksipil.blogspot.com

    Berjibaku dengan waktu, berburu demi ratu

    Bangun nan indah berkelok, tak lepas dari tangan yang bengkok

    Kusadari betapa sedih kita meratap,namun kenapa orang tak melihat

    Banyak yang suka banyak pula yang menderita akan pekerjaan kita, dengan hasil tak sempurna habislah sudah harapan kita

    Tuntutan,tekanan dan siraman orang yang tak tahu apa apa

    Banyak orang awam tak mengira , kejujuran kejujuran di setiap proyeknya

    Namun apa daya kita hanyalah manusia yang tak lepas dari cerca dan merka

    Proyek pembangunan yang kian merata, yang membuat kita bahagia namun juga mewajibkan kita untuk menjauhkan diri dari sanak keluarga

    Apakah ini yang akan kita bawa sampai tua?

    Dunia keras yang kian mendesak untuk mendapatkan secuil bahagia

    Yang harus mengorbankan jiwa dan raga,

     Habislah harapan para pelaksana karena berhasil tak dipuji dan gagal dicaci maki

    Namun hal tersebut tak akan mengganggu hidupnya,

    Balok demi balok disusun untuk mewujudkan cita cita segelintir dari kita,

    Bahkan air mata dan dunia seolah olah tak mau melihat perasaan kita, ditengah hirup pikupnya kota

    Membangun adalah berkarya itulah motto para pelaksana yang mungkin sebagian orang hanyalah dusta belaka.


    Monggo Bila ada rekan rekan yang mau menambahkan untuk puisi ini silahkan coret dikomentar dibawah pasti akan saya tanggapi

    Terima kasih

    Salam Sipil