BELAJAR MUDAH ANALISA STRUKTUR 1

Daftar Isi [Tutup]
    rangkumantekniksipil.blogspot.com 
    Alhamdulilah akhirnya penulis dapat membagikan sedikit ilmu yang semoga dapat bermanfaat untuk rekan rekan semua,,taka apa walaupun lewat blog gratisan, namun semangat tak akan terkalahkan.benar sekali kalau ilmu itu harus diikat /ditulis agar kita jauh lebih faham karena menulis sama saja membaca 3 kali sodara hehe,,,itu pun kata dosen saya.

    Belajar mudah analisa struktur 1, kenapa saya kasih judul belajar mudah karena nantinya disetiap penjelasan akan saya berikan gambar keterangan yang supaya para pembaca lebih cepat memahaminya, dibandingkan hanya dengan keterangan saja yang pastinya sulit difahami dan membosankan.

    sebelum menganjak kesitu kita fahami dulu dibawah ini:

     Analisa struktur adalah disiplin ilmu yang mempelajari tentang gaya-gaya dan pergeseran yang terjadi pada suatu struktur akibat beban-beban yang bekerja pada struktur tersebut. Di analisa struktur 1 ini, kita akan mempelajari hal-hal dasar perhitungan struktur sebelum perhitungan-perhitungan yang lebih dalam lagi, disini kita perlu mengetahui konsep-konsep dasar perhitungannya. Agar lebih mudah nantinnya untuk ke perhitungan-perhitungan struktur kedepannya.

    Perlu kita ketahui bahwasanya tidak ada yang sulit didunia ini bila kita tahu caranya /kita mempunyai ilmunya, jadi semangatlah untuk belajar mumpung masih muda

     Pertama kita harus tahu dulu bagian-bagian strukturnya.

     1. Tumpuan / perletakan 

    A .Tumpuan sendi 

    Yaitu jenis tumpuan yang hanya bisa menerima 2 reaksi gaya, yaitu reaksi vertikal dan reaksi horizontal.
    Perlu diingat tumpuan ini tidak bisa menerima momen. Dan jika ia menerima momen maka ia akan berputar sesuai arah momen yang bekerja.


    rangkumantekniksipil.blogspot.com

    rangkumantekniksipil.blogspot.com


    B. . Tumpuan roll

     Tumpuan jenis ini lebih rendah lagi cakupannya, yaitu hanya bisa menerima gaya yang bekerja arah vertikal saja.
    Perlu diingat lagi tumpuan ini tidak bisa menerima gaya horizontal dan momen.

    rangkumantekniksipil.blogspot.com



     C. Tumpuan jepit 

     Yang ketiga adalah tumpuan jepit dimana tumpuan jepit ini lebih kompleks lagi, yaitu ia bisa menerima baik itu gaya horizontal, vertical dan juga ia bisa menerima momen.
    Perlu diingat kembali, di tumpuan ini dianggap tidak ada gerakan sama sekali.

     Baiklah bila sudah sedikit faham mengenai tumpuan diatas kita akan belajar ketahap selanjutnya yakni beban.

    2. Beban (muatan) 

    Dalam pelajaran Teknik sipil diperguruan tinggi kita akan sering sekali menemui yang namanya beban, berikut adalah sedikit mengenai jenis-jenis beban muatan,bisa kita lihat dibawah ini:

    1. Beban terpusat yang miring 
    2. Beban terpusat . 
    3. Beban terdistribusi merata 
    4. Beban merata berbentuk segitiga 
    5. Beban merata berbentuk persegi panjang 
    6. Beban merata berbentuk trapesium 
    7. Dll 


     Sebelum lebih jauh, perlu diketahui analisa struktur itu dibagi atas 2 yaitu :
    1. Mekanika statis tertentu
     Pada statis tertentu jumlah reaksi dari perletakannya <= 3 reaksi perletakan
    2. Mekanika statis tak tentu
     Sedangkan di statis tak tentu jumlah reraksi dari perletakannya > 3 Di analisa struktur ini kita akan mempelajari kontruksi yang bersifat statis tertentu yaitu mempelajari tentang struktur dalam keadaan seimbang. Dimana konsep terpentingnya yang haru-harus selalu di ingat dalam struktur statis tertentu yaitu :

    • sigma V = 0 ( komponen gaya vertikal = 0 ) 
    • sigma H = 0 ( komponen gaya horizontal = 0 ) 
    • sigma M = 0 ( jumlah momen disekitar suatu titik tertentu = 0 ) 


     Konsep diatas akan selalu kita gunakan dalam perhitungan-perhitungan kontruksi kedepannya, jadi akan lebih baik agar di perhatikan baik-baik.

     Ada beberapa jenis model penumpuan balok dalam kontruksi yaitu :

    • Balok sederhana 
    • Balok console ( cantilever ) 
    • Balok menggantung ( overhanging beam )


     Sebelum menyelesaiakan contoh-contoh dengan penyelesaian dengan model-model diatas kita perlu memahami konsep dalam

    1. Momen Perjanjian tanda dalam perhitungannya 
    2. Lintang 
    3. dan Normal 


     Baiklah supaya lebih jelasnya kita akan mempelajari satu persatu melalui contoh-contoh berikut ini 

    1. Balok sederhana  

     Dengan beban terpusat


     JAWAB :

    Gaya Horizontal Sigma { H=0 > HA=0

    Reaksi perletakan
     Perlu diingat kembali
    (syarat tanda dalam perletakan)


    • Jika gaya bekerja searah jarum jam ,terhadap titik yang ditinjau maka tandanya adalah (+) Positif 
    • Namun jika gaya bekerja berlawanan jarum jam maka tandanya adalah (-) negatif 


    Sigma MA = 0
    -RB.4 + P.2 = 0 RB.4 = 2.2
    RB = 1 ton

    Sigma MB = 0
    RA.4 - P.2 = 0 RA=2.2/4 = 1 ton
    Komponen arah vertical
    Sigma V = 0 RA + RB – P = 0
    1 +1 – 2 = 0

    MOMEN = Gaya tegak lurus x jarak

     UNTUK MOMEN

    MA = 0
    MB = 0 MC = RA.LC = RA .2 = 2 TM

     Gaya lintang = gaya Y (bar) tegak lurus bidang
    Gaya normal = gaya Y (bar) bekerja sejajar bidang
    Perjanjian tanda

    • Jika gaya bekerja searah jarum jam ,terhadap titik yang ditinjau maka tandanya adalah (+) Positif 
    • Namun jika gaya bekerja berlawanan jarum jam maka tandanya adalah (-) negatif 

     UNTUK NORMAL
     Karena Sigma H=0 Ha = 0
    Maka gaya normal (tidak ada)
    rangkumantekniksipil.blogspot.com

     Dengan beban terpusat miring
    Contoh soal :
    rangkumantekniksipil.blogspot.com

     Penyelesainannya Sama seperti contoh sebelumnya namun perlu diperhatikan ada sedikit perbedaan yaitu :
    Perlu menguraikan gaya beban terlebih dahulu menjadi (P sin a) dan (P cos a)
    Sigma H=0
    RAH = P cos a (kekanan)
    Perlu diperhatikan juga beban tepusat miring ada gaya normalnya
    Na = -RaH
    Dengan Beban Merata,

     Contoh soal diatas coba hitung dan gambarkan bidang M,D,N

     Komponen Horizontalnya :
    Sigma H=0
    RaH = 0

     Reaksi Perletakan Sigma MA = 0
    -RB.4+q.L.(1/2) = 0
    Atau bisa juga
    -RB.4+Luasan (jarak ke titik berat) = 0
    -RB.4 + 2.4 (4/2) = 0
    RB = 4 Ton
    Sigma MB = 0
    RA.4 + 2.4.(4/2) = 0
    RA= 4 Ton Komponen Vertikal
     Sigma V = 0
    RA + RB – Luasan = 0

    4 + 4 – 2.4 = 0

     Untuk Momen
    MA = 0
    MB = 0
    Mx = RA.x – Luasan . (titik Berat/Jaraknya)
           =RA.x – q.x.(1/2x)
           =RA.x – 1/2qx2

    M2 = RA.2 – 1/2.q.(2)2
     = RA .2 – 1/2 .q.(2)2
     = 4 Tm

     Untuk Lintang 

    DA   = RA
    D2    = RA – q.2
             = 4 – 2.2 = 0
    DAB = RA – q.4
              = -4 Tm




     Dengan Beban merata Segitiga


     Konsep penyelesaiannya sama seperti dengan beban merata persegi panjang . hanya berbeda pada : 

    Luasannya : 1/2 alas x tinggi 1/2 .4.4
    Titik Beratnya (jarak titik beratnya ke tumpuan A dan B)
    Balok console ( Cantilever)


     Ditanya Hitung dan gambarkan Bidang M,D,N ?
     Penyelesaiannya

     Komponen gaya Horisontalnya
     Sigma H = 0
    HA = 0
    Reaksi perletakan tidak memerlukan Sigma M di sustu titik. Tetepi cukup periksa saja komponenn gaya vertikalnya saja , karena hanya ada 1 tumpuan

    Sigma V = 0
     RA – P = 0
    RA = P = 2 ton

     Untuk Momennya 

    MB = 0
    MA = -P.4 = -2 . 4 = -8 Tm (terjadi momen negative (-))

     Untuk Lintangnya 

    DA = RA = 2 T
    DB= RA – P = 2 – 2 = 0
    Untuk normalnya Tidak ada normal karena tidak ada komponen gaya Horizontalnya.


     3. balok menggantung 

     Konsep balok menggantung ini mirip dengan konsep yang ada pada balok sederhana. Hanya ada sedikit perbedaan pada momen, karena adanya batang berlebih. Untuk lebih jelasnya kita lihat contoh dibawah ini.


     Ditanya : Hitung dan gambarkan Bidang M,D,N nya? 

    Penyelesaian
    Komponen gaya Horizontal
    Sigma H = 0 HA = 0

    Reaksi perletakan
    Sigma MA = 0
    -RB.4 + P3.5 + P2.3 + q.L2m ( L2m/2) – P1.1 = 0
    RB.4 = 2.5 + 3.3 + 1.2(1) – 1.1
    RB = 10 + 9 +2 -1 /4 = 5 T

     Komponen Gaya Vertikal
    Sigma V = 0 (RA + RB)-( P1+q .L2m + P2 + P3) RA + 5 – 1 -2 – 3 -2 = 0 RA = 3 T 

    Untuk Momen 

     Mc = 0
    Mf = 0
    Ma  = -P1.1 = - 1Tm Balok Berlebih C – A jadi mirip dengan Balok
    MD = -P.3 +RA . 2 – q.2(1/2.2) Contilever
            = -3 + 6 – 2
            = 1 Tm

     MG = - P1.4 + RA.3 – q.2 (1/2.2+1)
             = -4 + 9 – 4
             = 1 Tm

    MB = -P3.1 = -2.1 = -2 Tm

    Untuk Lintang 

     Dc = -P1 = 1 T
     Da = - P1 + RA = 2 T
     Dd = -P1 + RA-q.2 = 0 T
     Dg = -P1+RA – q.2 – 3 = -3 T
     Db = - P1 + RA-q.2-3 + RB = 2 T
     Df = - P1+ Ra – q.2 -3+RB = 0 T

               Baiklah sedikit ulasan tentang artikel analisis struktur , perlu rekan rekan ketahui ini masih sangat sederhana sekali bila kita terapkan dalam bangunan maka akan sangat rumit dan panjang dalam penyelesaiannya. Namun semangat untuk terus belajar tak akan terpatahkan , salam dari mahaiswa Teknik Sipil Universitas PGRI Semarang,
    Mohon maaf bila ada penulisan atau kata kata yang salan kritik dan saran dari pembaca sangatlah membantu untuk perbaikan artikel

     Terima Kasih

     Salam Sipil